Masjid Al-Khoir

Januari 15, 2008

Kedudukan Para Sahabat Rasullullah

Filed under: Al-Ilmu — masjidalkhoir @ 4:04 am

Para sahabat Rasulullah saw adalah orang-orang yang telah mendapatkan keridhoan dari Allah ta’ala, mereka telah berjuang bersama Rasulullah saw untuk menegakkan Islam dan mendakwahkannya ke berbagai plosoknegeri, perjuangan mereka dalam rangka Lii’lai kalimatillah, mereka telah berkorban dengan harta dan jiwa.mereka adalah manusia yang sepenuhnya tunduk kepada hukum-hukum Allah SWT.

Definisi Sahabat

Menurut bahasa Shohabi diambil dari kata – kata shohbatun : persahabatan, persahabatan ini berlaku untuk setiap orang yang menemani orang lain dalam waktu sebentar atau lama. Maka dapat di katakan seorang menemani si fulan dalam satu masa, setaun, sebulan, sehari atau sejenak. Jadi persahabatan bisa saja sebentar atau lama. Abu Bakar AL-Baqilany (338-403) berkata : “Berdasarkan definisi bahasa ini, maka wajib berlaku definisi ini terhadap orang yang bersahabat dengan Nabi SAW sekalipun hanya sejam disiang hari.” Inilah asal kata dari kalimat sahabat tersebut.

Menurut istilah adalah, sebagaimana yang di katakan Ibnu Katsir : “sahabat adalah orang islam yang bertemu dengan Rasulullah SAW meskipun masa bertemu mereka dengan beliau SAW tidak lama.”

Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata : “definisi yang paling shohib tentang sahabat yang aku teliti ialah Orang yang berjumpa dengan Nabi SAW dalam keadaan beriman dan wafat dalam keadaan Islam.” Masuk dalam definisi ini ialah orang yang bertemu dengan Nabi SAW baik lama atau sebentar, baik meriwayatkan hadist beliau atau tidak, baik ikut berperang bersama beliau SAW atau tidak. Demikian juga orang yang pernah melihat beliau sekalipun tidak duduk dalam majlis beliau SAW, atau orang yang tidak pernah melihat beliau SAW karena buta, orang yang beriman lalu murtad kemudian kembali lagi kedalam Islam dan wafat dalam keadaan Islam seperti Asy’ats bin Qois.

 

KEDUDUKAN DAN KEUTAMAAN PARA SAHABAT SAW

Sesungguhnya para sahabat rasulullah SAW mamiliki kedudukan yang mulia disisi Allah Ta’ala, disisi Rasul-nya dan kaum muslimin seluruhnya. Sungguh Allah telah memuji para sahabat Rasulullah Saw di dalam Al qur’an dan mengabarkan atas keridhoan Allah Ta’ala atas mereka dan keridhoan mereka kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman :

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dan kalian beriman kepada Allah Ta’ala. [Al-Imran: 110]

 

Berkata Imam Khotib Al bagdadi : “sekalipun lafadz ini (ummah) itu umum tetapi maksudnya adalah untuk para sahabat bukan selain mereka.” Allah SWT berfirman: orang – orang yang terdahulu lagi yang pertama (masuk islam) dari muhajirin dan anshor dan yang mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga – surga yang mengalir sungai – sungai didalamnya mereka kekal didalamnya selama – lamanya, itulah kemenangan yang besar. (At – Taubah : 100)

Nabi SAW bersabda : “Sebaik – baik manusia adalah pada zamanku ini kemudian yang setelah itu kemudian yang setelah itu kemudian nanti akan datang satu kaum dimana persaksian seorang dari mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului persaksiannya. ( H.R. Bukhori Muslim )

 

 

KEDUDUKAN DAN KEUTAMAAN PARA SAHABAT

  1. Mereka adalah orang – orang yang beriman
  2. Mereka adalah orang – orang yang mengikuti jalan yang lurus
  3. Mereka adalah yang memperoleh kemenangan
  4. Mereka adalah orang – orang yang benar
  5. Mereka adalah sebaik – baik umat setelah para Rasul
  6. Dan sifat – sifat baik lainnya yang termasuk didalam Al-Qur’an dan hadist.

  

Hukum Mencela Sahabat Rasullullah SAW

Hukum dari mencela para sahabat adalah kafir atau keluar dari agama Islam sebagaimana sabda Nabi SAW :

“Janganlah kalian mencela sahabatku, demi dzat yang jiwaku ditangan-Nya, seandainya ada seseorang diantara kalian yang menginfaqkan emas sebesar gunung uhud, niscaya tidakkan akan menyamai satu mud bahkan setengah mud pun kebaikan seseorang diantara mereka.” ( Muttafaqun ‘alaih )

Sabda Nabi SAW :

Barangsiapa yang mencela sahabatku maka pelakunya akan dilaknat Allah Ta’ala, malaikat, dan seluruh manusia. ( H.R. Thabrani )

Dan dengan hadist diatas, para ulama’ meng-istinbatkan ( menyimpulkan ) hadist tersebut dengan pendapat mereka, diantaranya adalah :

1.      Imam Malik berkata:”orang – orang yang mencaci para sahabat Rasullullah SAW adalah orang – orang kafir.”( Tafsir Ibnu Katsir V hal. 367-368 atau IV hal. 215 Darus Salam Riyadh )

2.      Imam Abu Zuhroh Ar Rozi berkata :”Apabila engkau melihat seseorang mencaci seorang dari sahabat Rasulullah SAW maka ketahuilah bahwa orang itu adalah Zindiq (kafir).” Yang demikian karena Rasulullah Saw adalah haq, Al Qur’an adalah haq dan apa-apa yang menyampaikan kepada kita adalah sahabat Rasulullah SAW. Mereka adalah orang-orang Zindiq itu mencela kesaksian kita agar bias membatalkan Al Qur’an dan sunnah (yakni agar kita tidak percaya kepada Al  Qur’an dan sunnah). Merekalah yang pantas mendapat celaan.

3.      Imam Al Hafidz Syamsuddin Bin Utsman Adz Dzahabi (Imam Adz Dzahabi) berkata : “barang siapa yang mencela para sahabat, menghina mereka maka sesungguhnya ia telah keluar dari agama Islam dan telah merusak kaum muslimin. Mereka yang mencela adalah orang yang dengki dan ingkar kepada pujian Alllah Ta’ala yang disebutkan dalam Al Qur’an dan juga mengingkari Rasulullah SAW yang memuji  mereka dengan keutamaan tingkatan dan cinta, memaki mereka berarti memaki pokok pembawa syariat (Rasulullah SAW).” Mencela pembawa syariat berarti mencela kepad apa yang di bawanya (yaitu Al Qur’an dan sunnah).

SALAH SATU SIKAP AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH TERHADAP PARA SAHABAT

Prinsip ahlus Sunnah Wal Jama’ah untukmencintai Rasulullah SAW sesuai dengan kedudukan para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dan kita tidak berlebih-lebihan dalam mencintai salah satu diantara mereka, dan kita meyakini bahwasannya mereka adalah generasi yang terbaik setelah para Nabi dan Rasul, dan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah membeci siapa saja yang membenci para sahabat dan tidak membeda-bedakan apa yang mereka sebutkan dan kami tidak menyebutkan kepada para sahabat kecuali kebaikan dan merekalah orang-orang yang diridhoi Allah Ta’ala dan merekapun ridho kepada Allah Ta’ala.

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: