Masjid Al-Khoir

April 29, 2011

Sa’id bin Zaid

Filed under: Sahabat Nabi — masjidalkhoir @ 9:34 am

“Ya Allah, jika Engkau mencegahku dari kebaikan ini, janganlah Engkau mencegah anakku, Said dari kebaikan ini.”

Zaid bin Amir bin Nufail berdiri jauh dari keramaian manusia. Dia menyaksikan hari raya Orang Quraisy yang berbeda dengan hari rayanya. Dia melihat ada orang yang memakai surban yang sangat mahal di kepala mereka.  Mereka saling membangga-banggakan pakaian-pakaian mereka dari Yaman yang sangat mahal. Dia juga menyaksikan para wanita dan anak-anak mengenakan baju dan sutra yang sangat indah dan berharga.

Zaid juga menyaksikan hewan-hewan ternak yang dihias dengan berbagai hiasan digiring oleh para tawanan, hewan-hewan ternak itu akan disembelih dan dijadikan persembahan untuk tuhan mereka.

Zaid berdiri menyandarkan punggungnya ke dinding Ka’bah. Dia berkata,

“Wahai orang-orang Quraisy, kambing itu diciptakan oleh Allah. Dialah Yang menciptakan hujan kemudian kambing kalian menjadi kenyang dengan turunnya hujan. Dari air hujan tumbuhlah rerumputan yang dimakan oleh hewan kalian hingga kenyang. Namun setelah itu kalian menyembelihnya untuk selain Allah. Sungguh aku melihat bahwa kalian adalah kaum yang bodoh.”

Hal itu memancing kemarahan Khattab, ayah Umar bin Khattab. Dia berdiri dan memukulnya kemudian berkata, “Celakalah kamu! Kami tahan kesabaran kami mengucapkan perkataan bodoh itu, dan ketika kau mengatakan hal ini kesabaran kami hilang.” Khattab memprovokasi orang-orang bodoh di antara kaumnya. Akhirnya mereka menyiksa Zaid dan terus menyiksanya hingga membawanya ke gunung hira’. Khattab menyerahkan Zaid kepada pemuda dari Quraisy. Khattab memerintahkan mereka agar menghalang-halangi Zaid untuk masuk ke Makkah. Namun Zaid berhasil masuk ke Makkah secara sembunyi-sembunyi. (lagi…)

April 26, 2011

WAHSYI BIN HARB

Filed under: Sahabat Nabi — masjidalkhoir @ 7:57 am

“Wahsyi bin Harb membunuh orang yang terbaik sesudah nabi Muhammad namun juga membunuh orang yang terjelek. (Ahli sejarah)

Siapakah orang yang melukai hati Rasulullah Saw. ketika membunuh paman beliau, Hamzah bin Abdul Muthalib pada perang Uhud? Siapakah yang menyenangkan hati beliau dengan membunuh Musailamah al-Kadzdzab pada perang Yamamah.

Dia adalah Wahsyi bin Harb, atau yang mempunyai julukan Abi Dasamah. Wahsyi mempunyai kisah yang sangat menarik, menyedihkan dan menegangkan. Siapkanlah pendengaran anda untuk mendengarkan kisah yang akan diceritakan sendiri oleh Wahsyi bin Harb. Wahsyi bercerita,

Dulu aku adalah seorang budak muda milik Muth’im bin ‘Adi, salah seorang pemimpin suku Quraisy. Pamannya bernama Thu’aimah. Thuaimah terbunuh di tangan Hamzah bin Abdul Muthalib pada perang badar. Muth’im bin Adi sangat sedih sekali dengan kematiannya. Dia bersumpah demi Latta dan ‘Uzza untuk membalas dendam kematian pamannya, dia juga berjanji akan membunuh pembunuh pamannya. (lagi…)

Februari 18, 2011

AT-THUFAIL BIN AMR AD-DAUSI

Filed under: Sahabat Nabi — masjidalkhoir @ 10:33 pm

“Ya Allah turunkanlah satu ayat untuknya agar dapat membantunya untuk setiap kebaikan yang dia niatkan.”(salah satu doa Rasulullah ` kepada Thufail)

 

Thufail bin Amr ad-Dausi adalah salah seorang pemuka suku ad-Daus pada masa jahiliyyah. Dia juga termasuk salah seorang tokoh di kalangan penduduk arab yang mempunyai derajat yang tinggi. Thufail merupakan salah seorang di antara orang sekian banyak orang yang mempunyai keindahan akhlak.

Bejana miliknya tidak pernah diangkat dari api, pintunya tidak pernah tertutup bagi siapapun yang mengetuk pintu rumahnya. Sa’id selalu  memberi makan orang-orang yang lapar, memberikan keamanan bagi orang yang sedang dilanda ketakukan dan memberikan tempat tinggal bagi orang yang membutuhkannya. (lagi…)

Januari 25, 2011

ABDULLAH BIN UMMI MAKTUM

Filed under: Sahabat Nabi — masjidalkhoir @ 11:57 pm

Seorang laki-laki buta yang Allah turunkan ayat mengenainya sebanyak enam ayat yang akan terus dibaca dan akan terus dibaca hingga hari kiamat.”

(Ahli Tafsir al-Qur’an)


Siapakah laki-laki yang dengan sebabnya Rasulullah mendapat teguran yang sangat keras dari atas langit ke tujuh dengan teguran yang sangat membuat beliau sakit.

Siapakah laki-laki yang dengan sebabnya malaikat Jibril datang untuk menyampaikan wahyu dari Rasulullah untuk nabi Muhammad?”

Dia adalah Abdullah bin Ummi Maktum, muadzin Rasulullah `.

Abdullah bin Ummi  Maktum berasal dari Makkah dari suku Quraisy. Dia masih mempunyai hubungan darah dengan Rasulullah`. Abdullah bin Ummi Maktum adalah putra paman Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid ra, istri beliau. (lagi…)

JA’FAR BIN ABDUL MUTHALIB

Filed under: Sahabat Nabi — masjidalkhoir @ 5:47 am

Aku melihat Ja’far di surga mempunyai dua sayap yang basah mengeluarkan darah (Hadis nabi)

Dari keturunan bani Abdi Manaf, ada lima orang yang sangat mirip sekali dengan Rasulullah. Hingga banyak sekali mata yang tidak mengetahui apakah itu Rasulullah atau bukan.

Tidak diragukan lagi pasti para pembaca yang budiman ingin mengetahui siapa saja lima orang yang menyerupai Rasulullah Saw. tersebut.

Mari kita mengenal mereka. Mereka adalah, yang pertama, Abu Sufyan bin Haris bin Abdul Muthalib, sepupu Rasulullah dan saudara sepersusuan beliau. Yang kedua, Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib, juga sepupu beliau. Yang ketiga, Saib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim, kakek Imam Syafi’i Ra. Yang keempat adalah, Hasan bin Ali, cucu Rasulullah Saw, dialah orang yang paling mirip dengan Rasulullah. Sedangkan yang terakhir adalah Ja’far bin Abdul Muthalib, saudara Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib.

Mari kita simak bersama-sama sejarah kehidupan Ja’far.

Abu Thalib, adalah orang yang mempunyai anak banyak dan kehidupan yang sederhana, meskipun dikenal dengan kemuliaan dan ketinggian derajatnya di kalangan kaum Quraisy.

Dari hari ke hari kondisinya semakin kekurangan karena musim paceklik di Makkah saat itu. Semua binatang ternak mati, dan semua manusia hanya bisa makan tulang-tulang kering.

Pada waktu itu dari kalangan bani Hasyim tidak ada orang yang lebih kaya dari Muhammad bin Abdillah dan pamannya Abbas.

Muhammad berkata kepada Abbas, “Wahai pamanku, sesungguhnya saudaramu, Abu Thalib mempunyai keluarga yang banyak. Sedangkan saat ini semua orang tertimpa musim paceklik hingga kelaparan, sebagaimana yang engkau lihat. Pergilah bersamaku untuk lalu kita menanggung salah satu di antara keluarganya. Aku menanggung satu anaknya dan engkau menanggung satu anaknya yang lain kemudian kita cukupi nafkahnya.

(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.